Etika Global, Solusi Perdamaian Umat


SEMARANG- 20/11, mahasiswa Fakultas Ushuluddin Program Khusus (FUPK) melaksanakan diskusi rutin. Kali ini, hal yang dibahas adalah teori Hans Kung tentang Etika Global. Hipotesis awalnya adalah etika global merupakan bentuk “penyatuan” (penyamaan pandangan) antar-agama yang bertujuan agar tidak ada lagi truth claim yang ekstrim atas agama masing-masing. Berikut data dan hasil diskusi Selasa malam tersebut.

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Statemen awal yang menurut penulis penting adalah, “Tidak ada perdamaian dunia tanpa perdamaian antar agama”

Menurut Hans Kung, “Sangat konyol jika dalam tatanan pluralism, etika global dipertimbangkan sebagai pengganti Taurat, Khotbah, Alquran, Bhagavadgita atau wacana Budha”. Etika global tidak lain (dan tidak bukan) adalah bentuk “terobosan” yang bertujuan menemukan titik temu antara paham agama satu dan yang lain.

ada empat hal yang ditawarkan Hans Kung dalam menyusun etika global itu sendiri:

1. Tidak ada tatanan global baru tanpa etika global baru. Semua ras (baca: bagian) manusia bertanggungjawab atas terbentuknya tatanan global yang lebih baik, keterlibatan atas hak asasi manusia, kebebasan, keadilan, perdamaian, dan pemeliharaan bumi sangat diperlukan. Agama dan budaya mereka tidak boleh mengahalangi mereka untuk ikut bersama melawan semua bentuk ketidakmanusiawian.

2. Tuntutan fundamentali: Setiap manusia harus diperlakukan secara manusiawi. Manusia harus selalu menjadi hak, harus menjadi tujuan, tidak boleh menjadi objek komersialisme dan industrialisasi dalam ekonomi, politik, dan lain-lain.

3. Empat petunjuk yang tak terbatalkan: komitmen pada budaya non-kekerasan dan hormat pada kehidupan, komitmen pada budaya solidaritas dan tata ekonomi yang adil, komitmen kepada budaya toleransi dan hidup yang tulus, komitmen kepada budaya kesejajaran hak dan kerjasama antara laki-laki dan perumpuan.

4. Transformasi pemikiran. Hal ini mutlak diperlukan, dimana sebelum melakukan perubahan (lebih baik), maka perubahan cara berfikir sangat diperlukan. Transformasi ini harus (pula) dilakukan di area etik dan nilai-nilai, karena setiap individu mempunyai martabat dan hak yang tidak boleh dilanggar. Disamping itu, mereka juga berkewajiban dan tanggungjawab yang melekat.

Hal yang selanjutnya disampaikan adalah perspektif etika global berdasarkan agama-agama, diantaranya perspektif Islam, Kristen, dan Hindu. Dari ketiganya, hal yang menonjol untuk dijadikan sebuah “perdamaian” adalah sisi kemanusiaan. “Pada intinya, kesadaran global merupakan kunci bagi transformasi manusia yang mendorong mereka mampu mengakui bahwa cinta diri sendiri dan cinta kepada orang lain adalah penting”, kurang lebih seperti itu kutipan presentator pada akhir presentasinya.

Pertanyaan-pertanyaan:

1. I get the global etic’s side from the Hinduism perspective. But, how about from the Islamic and Christ perspective?__ (Zaqi)

Jawaban: Sebenarnya, semua pemikiran Hans Kung tetap berdasarkan pada 4 hal yang utama:

  • Tidak ada tatanan global baru tanpa etika global
  • Tuntunan fundamental: setiap manusia harus diperlakukan secara manusiawi
  • Petunjuk yang tidak terbatalkan. Ada 4 hal: Komitmen budaya non-kekerasan dan hormat pada kehidupan, Komitmen budaya solidaritas dan tat ekonomi, Komitmen budaya toleransi dan hidup yang tulus, Komitmen kesejajaran hak dan kerjasama antara laki-laki dan perempuan.
  • Transformasi kesadaran

2. What are the negative sides of Hans Kung’s thought?__(Zaim)

Jawaban: Hans Kung memang menawarkan bentuk usaha “perdamaian”, namun dalam pembahasannya (terlebih dalam etika global dalam perspektif agama-agama),

a. belum menyinggung tentang ateis (kaum tak bertuhan). Bagaimana etika global tersebut dapat dipahami dari perspektif orang tak beragama? (padahal dalam perspektif agama) __(Abid)

b. Hans Kung belum menyinggung tentang hal-hal berbau teologis. Padahal hal yang ia angkat salah satunya adalah religion’s perspective. Seperti yang sering terjadi, percekcokan antara agama yang satu dengan yang lain adalah melingkupi masalah ketuhanan (teologi). Ada konsep monotheis (Islam), Trinitas (Kristen), Tao (Daoisme), dsb. __(Zaqqi)

Counter: Tidak mungkin lah, Hans Kung membahasa tentang teologi. Yang ia cari adalah kesesuaian/ kesamaan antar agama-agama. Dalam rangka mempersatukan tujuan/visi kesemuanya menuju perdamaian dunia (global etic), Itu  tujuan utamanya. Memang bukan perbedaan dan pertentangan dalam beragama (contohnya konsep ketuhanan) yang ingin ia bahas. __(Heri)

Data:

Presentator  : M. Ali Mustaqim

Moderator    : M. Ashefuddin

Participant    : Hajir, Zaqi, Aufal, Fajrur, Andi, Abid, Ali M, Sadad, Zaim, F Arif, Asfaq, Ipin, Heri, Chef.

Demikian. Secuil rangkuman kegiatan diskusi rutin di asrama mahasiswa FUPK.
(ZqS)

One thought on “Etika Global, Solusi Perdamaian Umat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s